Please Give Me BackLink If You Want To Copy http://www.prince91.com/2011/08/tutorial-untuk-blog-letak-facebook.html#ixzz1XvVHKC1X Under Creative Commons License: Attribution

Khamis, 5 Disember 2024

SEGENGGAM GARAM


Suatu pagi, seorang anak muda yang dirundung malang bertemu seorang tua yang bijaksana.

Langkah anak muda itu longlai dan air mukanya kelihatan pucat tidak bermaya serta seperti orang yang tidak bahagia. Tanpa membuang masa, anak muda itu menceritakan semua masalahnya. Impiannya tidak tercapai dan gagal dalam kehidupan dan percintaan sambil Pak Tua yang bijak itu mendengarnya dengan teliti dan saksama.

Dia kemudian mengambil segenggam garam dan meminta anak muda itu mengambil segelas air. Dia menabur garam itu ke dalam gelas sebelum mengacaunya dengan sudu.

"Cuba, minum ini dan katakan bagaimana rasanya...", ujar Pak Tua itu.
"Masin sampai pahit, pahit sekali," jawab anak muda itu sambil meludah ke sisinya sedangkan Pak Tua itu tersenyum melihat telatah tamunya.

Kemudian, dia mengajak tetamunya itu untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan berhampiran tempat tinggalnya. Mereka berjalan beriringan dan akhirnya sampai ke tepi perigi yang tenang itu.

Pak Tua itu menabur segenggam garam ke perigi itu dan menggunakan sepotong kayu untuk mengacau dan mencipta riak air yang mengusik ketenangan telaga itu.

"Cuba ambil air dari telaga ini, dan minumlah". Sebaik anak muda
itu selesai meneguk air, Pak Tua berkata: "Bagaimana rasanya?"
"Segar." sahut tamunya.

"Apakah kamu rasa masin garam di dalam air itu?", tanya Pak Tua lagi.
"Tidak," jawab si anak muda.

Pak Tua menepuk punggung anak itu lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di tepi telaga itu.

"Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan adalah umpama segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu sama dan memang akan tetap sama. Tapi, kepahitan yang kita rasakan sangat tergantung dari wadah atau tempat yang kita miliki. Kepahitan itu akan diasaskan daripada perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita.

"Jadi, saat kamu rasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang boleh kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu. Luaskan wadah pergaulanmu supaya kamu mempunyai persekitaran hidup yang luas. Kamu akan banyak belajar daripadanya," katanya.

Pak Tua itu terus memberikan nasihat dengan berkata: "Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu merendam setiap kepahitan dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."

Lalu, kedua-duanya pulang. Mereka sama-sama belajar pada hari itu. Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan 'segenggam garam' untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.

Isnin, 12 Jun 2023

MONYET DENGAN IKAN LUMBA-LUMBA


Pada zaman dahulu, terdapat seorang pelayar yang baik hati. Dia suka mengembara ke serata tempat. Dia juga sering membawa bersama seekor monyet kesayangannya.

Pada suatu hari, pelayar itu pergi belayar bersama keluarganya. Dia juga membawa monyet kesayangannya. Semasa dalam pelayaran, tiba-tiba angin bertiup kencang dan laut bergelora. Ribut yang kuat menyebabkan kapal itu karam. Semua penumpang di dalam kapal itu meninggal dunia akibat lemas. Hanya seekor monyet yang terselamat. Ia berpaut pada sebatang kayu.

Ketika monyet terumbang-ambing dipukul ombak yang besar, tiba-tiba seekor ikan lumba-lumba menghampirinya.

"Wahai monyet, saya kasihan melihat kamu. Naiklah ke atas belakang saya, saya akan membawa kamu ke tempat yang selamat," kata ikan lumba-lumba.

"Terima kasih kerana selamatkan saya," kata monyet.

Monyet terus naik ke atas belakang ikan lumba-lumba. Ikan lumba-lumba membawa monyet menuju ke darat. Sebelum sampai ke darat, mereka melalui sebuah pulau. Ketika melalui pulau tersebut, monyet terfikir untuk mempermainkan ikan lumba-lumba.

"Kamu tahukah, di pulau inilah seorang rakan saya menjadi raja. Ia memerintah rakyat di pulau ini dengan adil. Rakyat hidup dengan aman dan gembira. Di pulau ini juga terdapat makanan yang banyak," kata monyet.

Ikan lumba-lumba hanya terdiam mendengar kata-kata monyet. Ia tahu monyet cuba mempermainkan dirinya. Ikan lumba-lumba tahu pulau itu tidak terdapat manusia atau pun haiwan. Ikan lumba-lumba ingin mengenakan monyet pula. Ia membawa monyet ke pulau itu.

"Saya rasa, eloklah kamu tinggal di sini. Kamu tentu boleh hidup senang-lenang di pulau ini," kata ikan lumba-lumba. Ikan lumba-lumba meninggalkan monyet di situ dan terus pergi dari situ.

Tinggallah monyet keseorangan di pulau itu. Monyet menangis kerana menyesali kesilapannya. Ia sepatutnya tidak bercakap yang bukan-bukan kepada ikan lumba-lumba yang telah menolongnya.

Moral :  

Jangan menipu orang yang telah menolong kita.

Selasa, 1 Mac 2022

SATU PERANGKAP TIKUS


Seekor tikus mengintip disebalik celah di tembok untuk mengamati sang petani dan isterinya membuka sebuah bungkusan. Ada makanan fikirnya?
Dia terkejut sekali, ternyata bungkusan itu berisi perangkap tikus.Lari kembali ke ladang pertanian itu, tikus itu menjerit memberi peringatan, "Awas, ada perangkap tikus di dalam rumah, awaslah, ada perangkap tikus di dalam rumah!"

Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggaruk tanah, mengangkat kepalanya dan berkata, "Ya maafkan aku, Pak Tikus, aku tahu ini memang masalah besar bagi kamu, tapi buat aku secara peribadi tak
ada masalahnya. Jadi jangan buat aku peninglah."

Tikus berbalik dan pergi menuju sang kambing, katanya, "Ada perangkap tikus didalam rumah, sebuah perangkap tikus dirumah!" "Wah, aku menyesal dengar khabar ini," si kambing menghibur dengan penuh simpati, "tetapi tak ada sesuatupun yang bias kulakukan kecuali berdoa. Yakinlah, kamu sentiasa ada dalam doa doaku!"

Tikus kemudian berbelok menuju si lembu. " Oh? sebuah perangkap tikus, jadi saya dalam bahaya besar ya?" kata lembu itu sambil ketawa.

Jadi tikus itu kembalilah kerumah,kepala tertunduk dan merasa begitu patah hati, kesal dan sedih, terpaksa menghadapi perangkap tikus itu sendirian.

Malam itu juga terdengar suara bergema diseluruh rumah, seperti bunyi perangkap tikus yang berjaya menangkap mangsanya. Isteri petani berlari
pergi melihat apa yang terperangkap. Didalam kegelapan itu dia tak bisa
melihat bahawa yang terjebak itu adalah seekor ular berbisa. Ular itu sempat
mematuk tangan isteri petani itu. Petani itu bergegas membawanya ke hospital. Dia kembali ke rumah dengan demam. Sudah menjadi kebiasaan setiap orang akan memberikan pesakit demam panas minum sup ayam segar, jadi petani
itu pun mengambil goloknya dan pergilah dia ke belakang mencari bahan bahan untuk supnya itu.

Penyakit isterinya berlanjutan sehingga teman teman dan jiran tetangganya datang menjenguk, dari jam ke jam selalu ada saja para tamu. Petani itupun menyembelih kambingnya untuk memberi makan para pengunjung itu.

Isteri petani itu tak kunjung sembuh. Dia mati, jadi makin banyak lagi orang orang yang datang untuk pengkebumiannya sehingga petani itu terpaksalah menyembelih lembunya agar dapat menjamu makan orang orang itu.



Moral :

Apabila kamu dengar ada seseorang yang menghadapi masalah dan kamu fikir itu tiada kaitan dengan anda, ingatlah bahawa apabila ada 'perangkap tikus' didalam rumah, seluruh 'ladang pertanian' ikut menanggung risikonya .

Sikap mementingkan diri sendiri lebih banyak keburukan dari baiknya

Khamis, 24 Jun 2021

DOA SEORANG SAHABAT


Sebuah kapal karam diterjang badai hebat. Hanya dua lelaki yang dapat menyelamatkan diri dan berenang ke pulau kecil yang gersang. Dua orang yang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan kecuali berdoa. Untuk mengetahui doa siapakah yang paling dikabulkan, mereka sepakat pergi ke daerah berasingan dan mereka tinggal berjauhan.

Doa pertama, mereka memohon diturunkan makanan. Esok harinya, lelaki pertama melihat sebuah pohon penuh buah-buahan tumbuh di sisi tempat tinggalnya. Sedangkan di daerah tempat tinggal lelaki yang lainnya tetap kosong.

Seminggu kemudian. Lelaki pertama merasa kesepian dan memutuskan berdoa agar diberikan isteri, keesokan harinya, ada kapal karam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang wanita yang terdampar di sisi pulau tepat lelaki pertama tinggal. Sedangkan di sisi tempat tinggal lelaki ke dua tetap saja tidak ada apa-apa.

Segera saja, lelaki pertama ini berdoa memohon rumah, pakaian dan makanan. Keesokan harinya, seperti keajaiban, semua yang diminta hadir untuknya. Sedangkan lelaki yang kedua tetap saja tidak mendapatkan apa-apa.

Akhirnya, lelaki pertama ini berdoa meminta kapal agar ia dan isterinya dapat meninggalkan pulau itu.

Pagi siang hari mereka menemui kapal tertambat di sisi pantainya. Segera saja lelaki pertama dan isterinya naik ke atas kapal dan siap-siap berlayar meninggalkan pulau itu. Ia pun memutuskan meninggalkan lelaki kedua yang tinggal di sisi lain pulau. Menurutnya lelaki kedua itu tidak pantas menerima keajaiban tersebut kerana doa-doanya tak pernah terkabulkan.

Apabila kapal siap berangkat, lelaki pertama mendengar suara dari langit, "Hai. Mengapa engkau meninggalkan rakanmu yang ada di sisi lain pulau ini?"

"Berkatku hanyalah milikku sendiri, hanya kerana doakulah yang dikabulkan," jawab lelaki pertama.

"Doa temanku itu tak satupun dikabulkan. Maka ia tak pantas mendapatkan apa-apa,"

"Kau salah!" suara itu bertempik.

"Tahukah kau bahwa rakanmu itu hanya memiliki satu doa. Dan semua doanya terkabulkan. Bila tidak, maka kau takkan mendapatkan apa-apa."

Lelaki pertama bertanya, "Doa macam apa yang dia panjatkan sehingga aku harus berhutang atas semua ini padanya?"

"Dia berdoa agar semua doamu dikabulkan"



Moral :

Kesombongan macam apakah yang membuat kita merasa lebih baik dari yang lain? Banyak orang yang telah mengorbankan segalanya demi kebahagiaan kita. Tak selayaknya kita mengabaikan peranan orang lain, dan janganlah menilai sesuatu hanya dari "yang terlihat"

Khamis, 22 April 2021

BERKAT KEJUJURAN


Syeikh Abdul Kadir semasa berusia 18 tahun meminta izin ibunya merantau ke Baghdad untuk menuntut ilmu agama. Ibunya tidak menghalang cita-cita murni Abdul Kadir meskipun keberatan melepaskan anaknya berjalan sendirian beratus-ratus batu. Sebelum pergi ibunya berpesan supaya jangan berkata bohong dalam apa jua keadaan. Ibunya membekalkan wang 40 dirham dan dijahit di dalam pakaian Abdul Kadir. Selepas itu ibunya melepaskan Abdul kadir pergi bersama-sama satu rombongan yang kebetulan hendak menuju ke Baghdad. 

Dalam perjalanan, mereka telah diserang oleh 60 orang penyamun. Habis harta kafilah dirampas tetapi penyamun tidak mengusik Abdul Kadir kerana menyangka dia tidak mempunyai apa-apa. Salah seorang perompak bertanya Abdul Kadir apa yang dia ada. Abdul Kadir menerangkan dia ada wang 40 dirham di dalam pakaiannya. Penyamun itu hairan dan melaporkan kepada ketuanya. Pakaian Abdul Kadir dipotong dan didapati ada wang sebagaimana yang diberitahu. 

Ketua penyamun bertanya kenapa Abdul Kadir berkata benar walaupun diketahui wangnya akan dirampas? Abdul Kadir menerangkan yang dia telah berjanji kepada ibunya supaya tidak bercakap bohong walau apa pun yang berlaku. Apabila mendengar dia bercakap begitu, ketua penyamun menangis dan menginsafi kesalahannya. Sedangkan Abdul Kadir yang kecil tidak mengingkari kata-kata ibunya betapa dia yang telah melanggar perintah Allah sepanjang hidupnya. Ketua penyamun bersumpah tidak akan merompak lagi. Dia bertaubat di hadapan Abdul Kadir diikuti oleh pengikut-pengikutnya. 


Moral :
  • Ilmu Agama perlu dituntut meskipun terpaksa berjalan jauh. 
  • Kata-kata ibu menjadi pendorong dan perangsang dalam hidup. 
  • Berkata benar adalah satu kekuatan yang boleh memberi keinsafan kepada orang lain. 
  • Niat yang baik dan ikhlas mendapat keberkatan daripada Allah.


Khamis, 25 Mac 2021

HELANG DENGAN KURA-KURA

Pada suatu masa dahulu terdapat seekor kura-kura yang ingin terbang seperti burung.

"Oh, alangkah seronoknya kalau aku dapat terbang seperti burung-burung itu," kata kura-kura.

Kura-kura cemburu setiap kali melihat burung-burung terbang bebas di udara. Ia selalu termenung memikirkan akan keinginannya itu. Pada suatu hari, kura-kura ternampak seekor burung gagak sedang berehat di atas sebatang dahan pokok. Kura-kura segera menghampiri burung gagak itu. Ia meminta gagak mengajarnya terbang.

"Kamu tidak boleh terbang kerana kamu tidak mempunyai sayap," kata gagak.

Kura-kura berasa kecewa mendengar kata-kata gagak. Namun ia tidak mahu berputus asa. Tiba-tiba ia ternampak seekor helang menghampirinya. Helang itu sebenarnya sedang mencari makanan.

"Dari tadi saya perhatikan kamu termenung. Apakah masalah kamu wahai kura-kura?" tanya helang.

"Sebenarnya saya ingin terbang di udara seperti rakan-rakan kamu tetapi tidak ada yang ingin menolong saya," kata kura-kura.

"Baiklah kura-kura, saya akan ajar kamu terbang, kata helang.

"Betulkah kamu boleh mengajar saya terbang?" tanya kura-kura dengan gembira.

Helang memegang cengkerang kura-kura dengan kuat lalu membawanya terbang di udara. Helang membawa kura-kura terbang tinggi. Kura-kura berasa sungguh gembira kerana ia dapat terbang bersama burung-burung lain. Ia dapat merasa angin yang sejuk. Ia juga dapat melihat pemandangan yang cantik. Namun begitu, helang yang lapar itu membawa kura-kura ke suatu tempat. Ia melepaskan cengkaman kakinya pada cengkerang kura-kura. Kura-kura melayang-layang jatuh ke tanah dan terhempas di atas batu. Badan kura-kura hancur berkecai. Helang terus makan kura-kura itu dengan gembira.

Moral :

Buat sesuatu perkara mestilah mengukur keupayaan diri sendiri.

Sabtu, 13 Mac 2021

Nabi Yunus Ditelan Ikan Nun

Yunus bin Matta adalah seorang nabi yang di utuskan oleh Allah SWT utnuk berdakwah di sebuah tempat bernama Niwana. Nabi Yunus seorang pendatang ke Niwana semata-mata atas perintah Allah SWT untuk berdakwah kepada penduduknya.

Nabi Yunus mendapati penduduk Niwana merupakan manusia yang menyekutukan Allah dengan menyembah berhala. Nabi Yunus mengajar mereka tentang ilmu tauhid dan keimanan. Nabi Yunus juga memberi nasihat kepada mereka tentang kebodohan mereka menyembah berhala sedangkan berhala itu adalah hasil buatan manusia. Nabi Yunus menasihatkan mereka bahawa berhala tersebut tidak dapat memberi apa-apa manfaat kerana berhala itu tidak boleh bergerak dan berkata-kata. Nabi Yunus mengingatkan mereka supaya menyembah Allah SWT yang telah menciptakan manusia dan Allah sajalah yang wajib ditaati.
Oleh kerana ajaran yang di bawa oleh Nabi Yunus itu ajaran baru, maka tidak ramai manusia yang mahu menerimanya. Mereka lebih suka menyembah berhala-berhala yang di sembah oleh datuk nenek mereka secara turun temurun. Walaupun Nabi Yunus memberi nasihat, tetapi mereka tetap berkeras dengan berkata "Ini adalah Tuhan kami (yakni berhala-berhala), datuk nenek kami telah lama menyembah tuhan-tuhan kami dan kami tetap tidak akan berganjak dari meninggalkan agama kami".

Nabi Yunus berkata "Aku hanya menyampai apa yang Allah menyuruh aku sampaikan kepada kamu semua, oleh itu kamu beriman dan bertauhidlah menurut agama yang aku bawa sebagai amanat Allah SWT". Berkata Nabi Yunus lagi "Aku ini hanyalah pesuruh yang mana Allah SWT telah perintahkan kepadaku supaya menyelamatkan kamu semua daripada lembah kesesatan dan lembah kegelapan serta menyiarkan kepada kamu tentang agama yang suci bersih lagi murni dan membersihkan hati-hati kamu dari kufur dan syirik, demi untuk kebaikan kamu di dunia dan di akhirat."

Walaupaun Nabi Yunus telah memberi nasihat serta pengajaran supaya kembali ke pangkal jalan, mereka tetap dengan pendiriannya dan berkata "walau apa sekalipun kamu katakan kepada kami, kami tetap tidak akan berganjak dari agama kami dan kami juga tidak takut walau apa pun ancaman yang kamu katakan dan kalau mahu cubalah datangkan ancaman itu kepada kami, kalau kamu memang orang yang benar."

Setelah Nabi Yunus melihat keadaan mereka yang tidak menerima peringatannya itu, maka Nabi Yunus pun meninggalkan Niwana dengan rasa amat marah. Nabi Yunus berdoa kepada Allah supaya mereka yang keras kepala menerima hukuman yang sewajarnya. Sejak Nabi Yunus meninggalkan Niwana mereka gelisah melihatkan perubahan yang berlaku di tempat tinggal masing-masing.

Penduduk melihat Niwawa mengalami kegelapan, binatang peliharaan mereka juga seperti tidak tenteram dan di tambah pula dengan angin yang sangat kuat serta guruh yang mengegarkan. Dengan berlakunya perkara-perkara ini maka tahulah mereka bahawa ajaran yang dibawa oleh Nabi Yunus itu adalah ajaran yang benar dan bukan satu ajaran yang direka. Akhirnya mereka menyesal dan keluar beramai-ramai dari kota pergi ke bukit lalu meminta ampun dan rahmat Allah SWT agar dijauhkan daripada sebarang malapetaka.

Allah SWT Maha Mengetahui akan hambaNya yang menyesal dan mohon ampun dariNya, maka Allah SWT pun menerima permintaan mereka, lalu Niwana yang gelap bertukar menjadi cerah, binatang ternakan tidak lagi dalam ketakutan dan mereka kembali tenang. Akhirnya mereka semua kembali dengan bersyukur kepada Allah SWT yang telah menyelamatkan mereka dari bahaya malapetaka. Nabi Yunus telah meninggalkan Niwana membawa diri tanpa tujuan.

Baginda naik bukit turun bulit, naik gunung turun gunung dan akhirnya ia sampai di pantai. Kebetulan pada masa itu dia melihat sebuah kapal hendak belayar, maka dia pun menghampiri pemilik kapal itu untuk turut serta belayar bersamanya. Setelah diberi keizinan maka Nabi Yunus menumpang kapal tersebut. Dalam pelayaran itu, kapal yang ditumpangi Nabi Yunus telah dilanda ribut taufan yang kuat.
Oleh itu kapten kapal telah memutuskan supaya barang yang dibawa hendaklah dikurangkan. Ini termasuk penghuni kapal kapal tersebut. Satu pengundian telah dibuat dan dalam undian tersebut Nabi Yunus dipilih sebagai orang yang harus dibuang ke laut. Oleh sebab Nabi Yunus adalah orang yang sangat dihormati dan disanjung, maka mereka mengadakan pemilihan sekali lagi dan kali kedua Nabi Yunus tetap terpilih.

Maka mereka mengundi sekali lagi dan akhirnya Nabi Yunus tahu bahawa ia adalah kehendak Allah. Nabi Yunus memikirkan kesalahannya kerana meninggalkan Niwana tanpa mendapat persetujuan Allah. Ia berfikir keputusan undi itu adalah disebabkan untuk menebus dosa yang telah dilakukannya. Nabi Yunus beristikharah, tanpa ragu-ragu Nabi Yunus terjun ke dalam laut yang sedang bergelombang ganas.

Ketika Nabi Yunus sedang berlawan dengan gelombang, maka Allah SWT mengarahkan seekor ikan nun (yu) supaya menelan Nabi Yunus hidup-hidup, maka ikan nun yang muncul itu pun menelan Nabi Yunus dan menyimpannya dalam perut tanpa ada cacat-celanya. Ketika Nani Yunus berada dalam perut ikan nun dia berdoa kepada Allah supaya mengampuni dosa yang telah dilakukan. Lalu Nabi Yunus membaca doa: "Tidak ada Tuhan yang benar di sembah hanya Engkau ya Alalh, maha suci Engkau aku adalah orang yang membuat zalim atas diriku."

Maka Allah perkenankan permintaannya dan Allah lepaskan dia daripada kedukaan. Demikianlah Allah selamatkan orang yang beriman. Rasulullah bersabda maksudnya: "Nama tuhan yang mulia, siapa yang berdoa dengan nama itu akan diperkenankan doanya. Siapa yang meminta dengan nama itu, akan diberi apa yang diucapkan oleh Nabi Yunus dalam perut ikan nun."  Firman Allah bermaksud "Jika tidak kerana dia (Nabi Yunus) daripada orang yang selalu mengucapkan tasbih, nescaya tidaklah ia dapat keluar dari perut ikan sampai hari kiamat."

Setelah beberapa lama Nabi Yunus berada dalam perut ikan nun, maka Allah pun melemparkan Nabi Yunus ke darat.  Di tempat Nabi Yunus dilemparkan Allah menghidupkan pokok labu yang dapat Nabi Yunus bernaung di bawahnya dan dapat pula ia makan buat tersebut dan kembali segar.  Ketika Nabi Yunus dilemparkan ke darat keadaannya amat letih.

Setelah Nabi Yunus berasa segar kembali maka Allah telah memerintahkannya supaya kembali ke Niwana.  Nabi Yunus terkejut kerana penduduk sedang menanti kepulangannya.  Penduduk tersebut meminta Nabi Yunus mengajar untuk menyempurnakan akidah dan imam mereka.  Nabi Yunus berasa hairan kerana penduduk Niwana dahulunya terdiri daripada orang yang ingkar dengan perintah Allah tetapi kini hidup dan mati mereka semata-mata kerana Allah.